Sabtu, 18 Juli 2009

TeraRium

Peneliti dari NASA membuktikan 50 tanaman hias tetap hidup di ruangan gas beracun tertutup. Tanaman dapat mengurangi jumlah gas polutan di udara karena digunakan dalam metabolisme sel. Kemampuan ini tidak dapat diimbangi mesin penyaring udara secanggih apapun karena tidak bisa berfotosintesis.

 
Memiliki taman di rumah tentu menjadi idaman setiap orang. Salah satu alternatifnya adalah dengan terarium alias bertanam dengan wadah dari kaca. Selain bentuknya cantik dan unik, bertanam terarium juga terkesan bersih karena terletak di dalam wadah ruang kaca. Terarium sangat cocok untuk kita yang suka tanaman tapi g punya banyak waktu luang. Unik, khas dan tidak neko-neko soal perawatannya. Pertama lihat, ditanggung langsung jatuh hati.

Media tanam yang digunakan untuk disusun berlapis-lapis yang terdiri dari:

1. Lapisan kerikil atau arang kayu yang berukuran sedang. Bahan tersebut diletakkan pada bagian dasar wadah. Kerikil atau arang kayu bisa digantikan dengan batu atau pecahan genting. Fungsi lapisan ini untuk memberikan aerasi bagi akar tanaman.

2. Lapisan moss, moss berfungsi untuk menjaga kelembaban media serta untuk menahan air.

3. Lapisan yang ketiga adalah lapisan zeolit yang berukuran halus.

4. Lapisan keempat adalah lapisan kompos yang diberi arang sekam di bagian atasnya sebagai media perakaran dan penyuplai unsur hara. Arang sekam berfungsi untuk menyerap gas beracun yang dihasilkan akibat adanya proses pembusukan di dalam tanaman dan untuk menghilangkan bau dari kompos.

Dekorasi terarium dilakukan dengan menambahkan aksesori. Aksesori digunakan untuk mempermanis penampilan. Aksesori yang dapat digunakan adalah pasir bali, batu koral, buah cemara, kerang, dan lain sebagainya.

Tanaman yang dipilih adalah tanaman yang tahan dan memiliki warna serta bentuk yang menarik. Tanaman yang sering digunakan adalah tanaman yang berukuran kecil, misalnya jenis lidah mertua, paku lumut, fittonia, crypthantus, sirih gading, begonia, palem, suplir dan kaktus. Tanaman kemudian dimasukkan ke dalam wadah kaca agar bisa dinikmati dari berbagai sudut pandang. Dalam satu wadah sebaiknya digunakan tanaman yang mempunyai sifat yang sama..

Pemeliharaan terarium meliputi penyiraman dan pemupukan. Penyiraman terarium tergantung jenis tanaman dan kondisi terarium, lazimnya dilakukan 4-7 hari sekali, ada juga yang hanya 2 bulan sekali tergantung jenis terarium dan tanaman. Pemupukan dapat dilakukan bersamaan dengan penyiraman, yaitu dengan melarutkan pupuk ke dalam air atau menggunakan pupuk slow release. Pemupukan dilakukan sekali dalam 2 bulan. Pemangkasan dapat dilakukan jika terdapat bagian tanaman yang menua dan kering yang dapat mengurangi keindahan terarium.




cp:
jesicca_dy@yahoo.com
www.glasstera.50webs.com

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...