Senin, 26 Juli 2010

flex hitam??? NO MORE!


Semua wanita mendambakan kulit wajah yang bersih, bebas dari jerawat maupun flex hitam. Namun salah satu masalah yang paling sering terjadi pada sebagian besar wanita Asia, terutama yang berusia di atas 30 tahun, adalah timbulnya bintik hitam atau flex di wajah.
Flex hitam dan diskolorasi (ketidakrataan warna kulit) adalah kelainan pigmentasi kulit yang paling sering ditemukan pada kulit orang Asia.

Mengapa demikian?
Warna kulit seseorang ditentukan oleh melamin yang berfungsi memproteksi radiadi UV. Peningkatan sintesis atau distribusi melanin yang tidak merata dapat menyebabkan kelainan seperti highpigmentasi, timbul flek dan warna kulit tidak rata.
Diskolorasi dapat di picu oleh beberapa hal seperti sinar UV, stress, iritasi dan polusi, ketidakseimbangan hormon, pola hidup yang buruk dan kehamilan.

Bagaimana Flex dan diskolorisasi kulit bisa terjadi?
Diskolorasi atau penggelapan warna kulit terjadi karena pigmen berwarna gelap muncul di permukaan kulit. Hal ini belangsung dalam 3 (tiga) tahapan yaitu:
* Aktivasi melanosit, yaitu sel-sel yang memproduksi melanin
* Sistesis melanin di dalam melanosit
* Ekspresi melanin di permukaan kulit. 


Pigmentasi kulit atau melasma, bisa terjadi di beberapa bagian tubuh, terutama di daerah wajah, akibat paparan sinar matahari. Selain sinar matahari, melasma juga dapat terjadi akibat pemakaian obat hormonal, misalnya obat pencegah kehamilan. Flex juga dapat timbul akibat bekas adanya jerawat, pemakaian obat antibiotik, antiepilepsi dan antiperadangan. Pemakaian kosmetik yang kemungkinan besar mengandung merkuri dan asam salisilat, pun dapat membuat wajah terserang flex. Karena bila digunakan terus menerus, akan menyebabkan kulit menjadi sangat sensitif terhadap sengatan sinar matahari.
Melenyapkan flex?
Melenyapkan flex dari permukaan wajah, bukan perkara mudah karena membutuhkan perawatan rutin agar flex hilang dan tak muncul kembali. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan flex, mulai dari memakai masker hingga pemakaian krim pemutih (bleaching cream) yang bermanfaat untuk mencerahkan wajah.
Fungsi krim pemutih adalah untuk mengangkat lapisan tanduk pada kulit, melenyapkan komedo, melancarkan peredaran darah di bawah kulit, mencerahkan dan menambah kekenyalan kulit wajah. Namun tidak semua krim pemutih aman. 

Problem masyarakat tropis yang mengalami flex hitam dan diskolorasi membuat bisnis produk whitening banyak dilirik. Namun Berhati- hatilah!! karena tidak semuanya aman terlebih lagi produk whitening yang mengklaim dapat memberi hasil instan. Di kota-kota di Indonesia banyak ditemukan produk whitening yang menggunakan zat berbahaya seperti merkuri. Merkuri merupakan bahan aktif pemutih yang pertama di anggap paling effektif pada masa lalu karena kemampuannya dalam pengelupasan epidermis kulit. Di balik itu, Merkuri ternyata bersifat sangat toksik.  Pemakaian produk merkuri dalam jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan di organ dan kerusakan pada ginjal.

Solusi aman? 
Untuk hasil yang optimal dan aman, mengatasi flex hitam, dikolorasi, maupun hiperpigmentasi hendaknya di lakukan secara menyeluruh, yaitu dengan menanggulangi faktor penyebab, pemberian pencerah warna kulit, perlindungan total terhadap paparan sinar ultraviolet dan pertimbangan letak melanin abnormal kulit.

Oriflame memiliki produk krim wajah yang diformulasikan untuk membantu mengurangi bercak/bintik hitam dan menyamarkan warna kulit yang belang.
Even Out Face Cream, dengan SPF 20 dan kandungan ekstrak licorice menyejukkan dan dikenal atas kandungan pencerahnya, ekstrak rumex, senyawa yang mengandung vitamin C berfungsi melambatkan proses melanin. Berdasarkan uji coba kepada para relawan, Even Out Face Cream berkhasiat mengurangi bintik hitam dan meratakan warna kulit sampai dengan 86% keberhasilannya. Even out face cream bisa digunakan untuk semua usia.


Anda tertarik?

FB : Jesicca Deviyanti
YM : addie_jedje@ymail.com
Email: jesicca_dy@yahoo.com

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...