Selasa, 12 Oktober 2010

Dilema Mie Instant....


Siapa yang tidak kenal mie apalagi mie instant???
Atau siapa yang belum pernah mencoba mie instant???
Sudah pasti, semua pernah makan mie instant yang terkenal sebagai makanan wajibnya anak kost...(seperti saya, hahahaha)...dan satu lagi, sebagai makanan para korban bencana...

Mie instan adalah produk olahan mie yang telah mengalami proses pemasakan lanjutan (instanisasi), yaitu dikukus dan digoreng atau dikeringkan dengan udara panas hingga titik gelatinisasinya, lalu dikemas. Proses ini memungkinkan tingkat kemasakan mie yang sempurna dapat dicapai hanya dalam 3-5 menit perebusan. 


Dengan kisaran harga Rp 1.000/bungkus...(kalau di burjo jadinya Rp 2.500 loh...^^), makanan ini memang penyelamat disaat kantong mepet dan tidak perlu 'pake' lama untuk menyantapnya...bisa ditambah sayur, telur, udang dll...wah 'pokoke' sedap...(jadi lapar nie...) dan mie instan yang merakyat itu kini telah mendunia. Produk ini digemari mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Merk-merk mie instant pun sudah cukup banyak, dari Indomie, Supermie, Sarimi, Mie Sedaap, Gaga, ABC, Nissin, dll....

 

Sifatnya yang praktis, bervariasi, rasanya enak, dan harganya terjangkau merupakan daya tarik yang luar biasa. Meskipun mie instant tersebut aman untuk dikonsumsi, tapi makanan ini tergolong jenis makanan yang tidak sehat karena tidak terbuat dari bahan yang fresh atau segar. Dari sisi kesehatan, sebenarnya tidak semua orang boleh mengonsumsi mie instan. 

Menurut ahli, orang yang menderita gangguan lambung tidak disarankan untuk mengonsumsi mie. hal itu disebabkan karena mie mengandung ragi sehingga akan menambah gas di lambung. Selain itu, kandungan monosodium glutamat (MSG) pada mie instan juga sebaiknya dihindari oleh pengidap tekanan darah tinggi karena natrium pada MSG akan membuat tekanan darah tinggi ikut meningkat.   


Sementara mie instant yang terbuat dari tepung terigu termasuk dalam kategori karbohidrat sederhana. Itu artinya makanan tersebut cepat diserap oleh tubuh dan bisa meningkatkan kadar gula darah tapi juga cepat lapar. Penderita diabetes sebaiknya menghindari makanan yang cepat meningkatkan kadar gula darah karena jika kadar gula darah cepat tinggi akan merangsang pankreas yang menghasilkan insulin berlebih yang ujungnya terjadi hiperglikemia. Di dalam pembuatan mie biasanya juga menggunakan kuning telur yang diketahui punya kadar kolesterol tinggi. Karenanya orang yang memiliki gangguan kolesterol sebaiknya tidak terlalu sering mengonsumsi mie, untuk mencegah terjadinya peningkatan kadar kolesterol di dalam tubuh. Dalam mi instant juga diketahui tidak mengandung serat sehingga orang yang mengonsumsi mie instant memiliki kecenderungan cepat lapar. Sehingga dalam jangka waktu tertentu orang tersebut akan makan kembali yang membuat asupan kalori berlebih dan dapat memicu obesitas.

Di dalam mie instant juga mengandung bahan pengawet, tapi jika kadarnya dipakai sesuai dengan rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih tergolong aman. Karena itu mie instant tidak berbahaya atau tidak menyebabkan keracunan.

Saat ini sedang ramai diberitakan di media massa tentang kisruh penarikan mi instan produksi Indofood di Taiwan yang terjadi karena negara tersebut mempersoalkan zat pengawet, yang salah satunya bernama Nipagin atau methyl p-hydroxybenzoate. Menurut Codex Alimentarius Commission (CAC), badan yang didirikan Organisasi Pangan Dunia (FAO) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengatur standar pangan, telah memperbolehkan pemakaian zat pengawet ini dalam batas-batas tertentu. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), juga menyatakan bahwa Indonesia berpatokan pada CAC dan mengizinkan penggunaan Nipagin dalam batas tertentu. Menurut BPOM, penggunaan nipagin pada mi instan yang beredar di Indonesia saat ini masih dalam batas kendali. Hasil uji sampel kecap pada mie instan yang mengandung nipagin dalam lima tahun terakhir menunjukkan, tidak ada kandungan zat pengawet tersebut yang melebihi batas maksimal.
Nipagin merupakan zat tambahan untuk mencegah jamur dan ragi. Methyl p-hydroxybenzoate adalah salah satu dari jenis parabens atau pengawet yang banyak digunakan untuk kosmetik dan obat. Nipagin memiliki nama lain yakni methylparaben dengan rumus kimia CH3(C6H4(OH)COO). Jenis paraben lain yang juga banyak digunakan adalah propylparaben dan butylparaben.

Methylparaben adalah jenis paraben yang dapat dihasilkan secara alami dan ditemukan dalam sejumlah buah-buahan terutama blueberri dan jenis paraben lainnya. Sejauh ini, belum ada bukti bahwa methylparaben dapat menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan pada konsentrasi tertentu dalam penggunaan perawatan tubuh atau kosmetik. Methylparaben juga dapat dimetabolisme oleh bakteri tanah, sehingga benar-benar terurai. Methylparaben mudah diserap dari saluran pencernaan atau melalui kulit. Hal ini dihidrolisis menjadi asam p-hidroksibenzoat dan cepat dikeluarkan tanpa akumulasi dalam tubuh.

FDA menilai methylparaben sebagai pengawet yang aman atau GRAS (generally regarded as safe) untuk kosmetik. Di Eropa, methylparaben digunakan sebagai pengawet makanan yang mendapat persetujuan Uni Eropa dengan kode E-218. Di setiap negara, batas maksimum pemakaian Nipagin berbeda. Di Amerika Serikat, Kanada dan Singapura, kadar maksimum Nipagin adalah 1.000 mg per kg. Sedangkan di Hongkong 550 mg per kg. Di Indonesia sendiri, Badan POM telah menetapkan batas maksimal penggunaan nipagin 250 mg per kg.


Sebagai 'pengganjal' perut darurat, boleh saja mengonsumsi mi instant, namun bukan untuk dimakan secara rutin, karena tubuh memiliki organ yang dapat berfungsi untuk detoksifkasi. Tapi kalau organ ini dihantam terus menerus nantinya akan bisa rusak juga. Karenanya efek dari sering mengonsumsi mie ini termasuk jangka panjang. Yang terbaik adalah anda makan makanan yang segar serta beranekaragam dalam arti tidak hanya yang itu-itu saja misalnya ada ayam, kangkung, ikan atau sumber makanan segar lainnya karena nilai gizi dan vitaminnya masih tinggi.
Kalau ingin makan mie instant sebaiknya ditambahkan sayuran sehingga mengandung serat, serta kalau ingin pakai telur gunakan putih telurnya saja sebagai tambahan proteinnya karena bahan bakunya sudah ada kuning telur. Atau ditambahkan dengan daging, ayam, udang, bakso dan lain-lain. Bisa juga ditambahkan bawang putih, bawang merah, dan potongan cabe saat merebus mie untuk mengurangi efek bumbu instant (tips dari Pak Wied Harmony). Ketika memasak mie instan kuah, didihkan air yang agak banyak dan tunggu sampai air benar-benar mendidih. Setelah itu, pisahkan air menjadi dua bagian (tuang ke dalam dua panci berbeda). Masukkan mie ke panci pertama  dan didihkan kembali. Tunggu hingga air menjadi agak menguning dan mie matang kira-kira 3menit. Setelah itu, angkat dan tiriskan. Masukkan mie yang telah ‘dicuci’ ke dalam panci kedua, didihkan sebentar, sambil menambahkan sayur atau telur jika kamu suka.


Jika anda mengkonsumsi mie instant dalam cup. Sebaiknya anda tidak memasukkan air yang suhunya amat sangat panas sekali karena kemasan sterofoam mie kemasan cup lainnya bisa mencair dan larut dalam makanan. Sterofoam adalah zat yang sangat beracun jika masuk ke dalam tubuh anda.


http://glassteraworld.blogspot.com/

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...