Senin, 13 Agustus 2012

Reviving Unsuccessful Business


Judul : Reviving Unsuccessful Business 
             Turning Point untuk Membangkitkan Usaha yang Kandas
Pengarang : Arif Rahman
Kategori : Bisnis dan Investasi
Halaman/Ukuran :   xii+164 hlm , 16x23 cm
ISBN : 978-979-29-2772-6
Penerbit : Penerbit Andi (1st Published - 2012)
Harga : Rp 36.000,- (belum diskon dan ongkir)


“Si Anu, sudah nggak buka lagi bengkelnya... dan si Ane juga sudah tutup restonya… dan si ini dan itu juga sudah tidak lagi menjalankan counter HP-nya… pada pindah bikin usaha lain”. 

Hal ini didukung oleh fakta berikut, Jumlah rata-rata bisnis yang bertahan:
• Tahun pertama : 85%
• Tahun kedua  : 70%
• Tahun ketiga  : 62%
• Tahun keempat  : 55%
• Tahun kelima  : 50%
• Tahun keenam  : 47%
• Tahun ketujuh  : 44%
• Tahun kedelapan : 41%
• Tahun kesembilan : 38%
• Tahun kesepuluh : 35%

Inilah topik yang seringkali kita dengar! Saking seringnya hingga menjadi hal yang biasa. Bahkan untuk beberapa orang bisa berkali-kali berganti usaha, hampir tidak ada yang mampu bertahan lebih dari 2 tahun. Di koran harian, beberapa informasi cukup sering bermunculan berkaitan dengan usaha yang dijual oleh pemiliknya, dan ada begitu banyak alasan mengapa mereka melakukan hal tersebut. Mulai dari mini market yang tidak sanggup bersaing dengan modern market, warnet yang ditinggal trend, bimbingan belajar yang kehilangan siswanya, hingga beberapa usaha franchise bahkan usaha kos-kosan yang sangat prospektif itu kemudian dijual oleh pemiliknya.

Apa yang terjadi dan mengapa melepas atau menutup bisnisnya?

Rekayasa ulang cara berpikir anda untuk memahami secara rinci megenai sektor keuangan, keuntungan, pemasaran, penetapan harga dan banyak pendekatan lainnya untuk merencanakan perusahaan yang substain, berkelanjutan dan membelokkan arah bisnis yang tengah terjerambab kembali tumbuh, dinamis, dan berkembang  

Semuanya ada disini
- Mengenal faktor kegagalan unit bisnis
-  Memahami bagaimana kalkulasi usaha yang presisi dibuat
-  Memahami profit usaha Anda yang sebetulnya bukan sepenuhnya profit
-  Aplikasi rate of return investment dan menentukan laba yang diinginkan
- Analisa kompeherensif neraca keuangan untuk mengetahui indikasi performance perusahaan 
-  Inventarisir semua sektor sebagai asset untuk kembali tumbuh dan berkembang


0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...