Jumat, 12 April 2013

Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman

Judul : Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman
Pengarang : Prof. Ir. Dantje T. Sembel, B. Agr. Sc., Ph.D.
Kategori : Pertanian
Ukuran/Halaman : 16x23 cm ⁄  xxiv+312 hlm
ISBN : 978-979-29-3054-2
Penerbit : Lily Publisher (1st Published - 2012)
Harga : Rp56.000,- (belum diskon dan ongkir)

 

Seiring terjadinya perubahan iklim dan cuaca yang sering tidak menentu, perubahan lingkungan karena penggunaan pestisida yang berlebihan, perombakan hutan untuk pertanian, pembuatan jalan raya dan pemukiman, serta kerusakan lingkungan yang lain telah mengakibatkan timbulnya banyak jenis serangga hama baru yang menyerang tanaman pertanian, misalnya Paraeucosmetus sp. yang menyerang tanaman padi dan kedelai pada awal tahun 1980-an di Sulawesi Utara. Sejak 2009 hama itu dilaporkan telah menginfestasi tanaman padi di Sulawesi Selatan. Demikian pula dengan hama kutu loncat, Heterophsila sp. yang menyerang tanaman lamtoro gung (Leucana leucocephala Lam de Wit) mulai tahun 1986. Penggorok daun, Liriomyza huidobrensis pertama-tama dilaporkan menyerang tanaman sayuran di Jawa pada tahun 1995 dan kemudian menyebar luas di banyak tempat di Indonesia. Pada awal tahun 2000, dua hama baru, yaitu penggorok daun, Liriomyza sativae, dan kepik sayuran, Nesidiocoris tenuis, menginfestasi tanaman sayuran, terutama tomat, dan sampai saat ini kedua serangga hama tersebut merupakan hama penting pada tanaman tomat di Sulawesi Utara. Kepik pepaya, Paracoccus marginatus pertama-tama ditemukan di Jawa pada tahun 2008 dan menyebar dengan cepat ke banyak daerah di Indonesia dan kemudian ditemukan mulai menginfestasi tanaman pepaya di Manado pada Agustus tahun 2009.

Maret 2011 terjadi ledakan populasi hama ulat bulu sejenis Lymantria sp. (Lepidoptera: Lymantriidae) yang menyerang tanaman mangga di Probolinggo, Jawa Timur, kemudian menyebar ke daerah lain di pulau Jawa, yang diduga sebagai akibat terjadinya perubahan cuaca, terutama musim hujan yang berkepanjangan. Terjadi pula ledakan populasi hama yang lain seperti ulat ngengat bertanduk belakang, anggota dari famili Spingidae di beberapa tempat di pulau Jawa.

Perlindungan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit sangatlah penting untuk mengendalikan hama-hama yang menyerang tanaman pertaniansehingga mengakibatkan kerugian bagi petani. Pemahaman tentang jenis-jenis organisme pengganggu tanaman (OPT), ekologi hama dan musuh-musuh alami, terutama faktor-faktor yang memengaruhi dinamika populasi, menjadi penting dalam program perlindungan tanaman.

Karantina tumbuhan menjadi salah satu cara yang efektif untuk mencegah masuknya hama atau penyakit baru ke Indonesia.Pemahaman tentang metode-metode pengendalian hama secara kultural (budidaya tanaman sehat), mekanik, fisik, hayati, genetik dan kimia menjadi sangat penting dalam program perlindungan tanaman untuk menekan populasi hama sehingga produksi dan kualitas hasil pertanian dapat dipertahankan.
 
 

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...