Jumat, 12 April 2013

Perencanaan dan Evaluasi Proyek Agribisnis

Judul : Perencanaan dan Evaluasi Proyek Agribisnis (Konsep dan Aplikasi)
Pengarang : Dr. H. Ali Musa Pasaribu, M.S.
Kategori : Pertanian
Ukuran/Halaman : 16x23 cm ⁄ xviii+182 hlm
ISBN : 978-979-29-3111-2
Penerbit : Lily Publisher (1st Published - 2012)
Harga : Rp 44.000,- (belum diskon dan ongkir)




Pembangunan sektor pertanian identik dengan pembangunan ekonomi secara nasional sehingga sektor agribisnis merupakan motor penggerak perekonomian untuk meningkatkan pendapatan nasional melalui produk domestik bruto (PDB) yang didukung oleh 5 (Lima) subsektor, yaitu subsektor tanaman pangan dan hortikultura, subsektor perkebunan, subsektor peternakan, subsektor kelautan dan perikanan dan subsektor kehutanan. Mengingat mata perdagangan ekspor nonmigas Indonesia adalah 60% berasal dari komoditas agribisnis seperti karet, CPO, non kayu, kopi, ikan /udang, bubur kertas adalah semuanya berasal dari produk agribisnis dengan tujuan pangsa pasar utama Jepang dan USA.

Dalam buku ini memilih bentuk bahwa perencanaan yang baik akan menghasilkan manfaat (benefit) bagi pelaku ekonomi sebagai investor sehingga fungsi manajemen akan pengelolaan proyek evaluasi dikedepankan agar tidak membawa kerugian di kemudian hariibarat pepatah sesal dahulu, pendapatan sesal kemudian tidak bergunadan dapat dilaksanakan secara finansial menguntungkan dengan perhitungan Net Present Value (NPV) dan 0, Net B/C Ratio dan 1 dan Internal Rate of Return (IRR) dan tingkat bunga yang berlaku, mengingat modal investasi yang ditanamkan setiap Rp1,00 harus membalik berlipat ganda rupiah ke masa depan dengan pendekatan “time is money” dengan penggandaan arus kas biaya - Benefit Discount Factors/Present Value.

Keunggulan buku ini terletak pada pendekatan sektor riil di bidang agribisnis yang kenyataannya dalam pelaksanaan perekonomian merupakan kekuatan kontribusi ekspor nonmigas dengan demikian secara agregat dapat menyumbang devisa negara untuk ketahanan ekonomi (daya saing) global dalam perdagangan bebas (liberalisasi) dalam kerjasama perdagangan internasional melalui payung internasional WTO (World Trade Organization), sehingga Revealed Comparative Advantage (RCA) memiliki daya saing yang kuat dibandingkan negara-negara ASEAN dan China angka lebih besar dari 1.
andipublisher.com

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...